Kamis, 05 September 2013

PEMBUATAN APLIKASI KEPENDUDUKAN BALAI DESA KANIGORO

Teknologi yang telah berkembang pesat seharusnya dapat memudahkan pekerjaan maupun kegiatan, berikut juga pendataan kependudukan di Desa Kanigoro. Namun kenyataannya di desa tersebut masih mengandalkan cara manual dalam pencatatan data-data penduduk di sekitar Desa Kanigoro. Selain itu sumber daya yang ada juga terbiasa dan membiasakan mengerjakan kegiatan secara manual. Hal tersebut dapat menyebabkan beberapa kelalaian pendataan, oleh sebab itu diperlukan sentuhan teknologi untuk mempermudah pekerjaan mereka, khususnya dalam pendataan penduduk.

Sasaran:
                        Balai Desa Kanigoro.
Pelaksanaan Kegiatan:
Pada pelaksanaan program ini saya selaku pembuat aplikasi akan mengerjakannya di Balai Desa Kanigoro, 3 hari dalam seminggu selama jam kantor.
Tahap Kegiataan :
1.      Pengaturan jadwal kegiatan.
2.      Pelaksanaan pembuatan aplikasi kependudukan.
Hasil yang dicapai

        Diharapkan apikasi yang telah dibuat dapat membantu pekerjaan pendataan penduduk di Desa Kanigoro, dan dengan adanya penggunaan aplikasi tersebut sumber daya manusia yang ada bisa lebih mengenal teknologi.

Penyuluhan Pola Asuh Anak

       PENYULUHAN POLA ASUH
             Program ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman warga tentang pola asuh yang diterapakan pada anak. Mengevaluasi pola asuh yang diterapkan sudah ideal atau belum ideal. Dalam program ini subjek yang diambil sebanyak 20 rumah yaitu ibu-ibu dengan cara door to door, pada metode ini sengat ideal untuk memberikan pola asuh secara jelas dan menyeluruh.
             
               Sasaran
         Warga Dusun Kanigoro yaitu ibu-ibu.

Hasil yang dicapai
   Ibu-ibu mengetahui gaya pola asuh untuk anak-anaknya. Ibu-ibu mencoba menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kepribadian atau tipe anak.

  Kegiatan yang diberikan berupa pemberian penjelasan tentang pola asuh anak. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab.


                  Dokumentasi ketika pemberiaan pelatihan pola asuh orang tua

                                                               
Kegiatan diskusi 


SLIDE PENYULUHAN POLA ASUH ORANG TUA







Penyluhan Cara Menyikat Gigi yang Baik dan Benar

PENYULUHAN HIDUP BERSIH DAN SEHAT (CARA MENYIKAT GIGI YANG BAIK)

Dusun kanigoro ini terdapat dua sekolah yaitu: MI Ma’arif dan SD N 2 Kanigoro, anak-anak yang ada didalamnya rata-rata memiliki tingkat kesehatan yang kurang dari segi kesehatan giginya. Program ini diberikan pada SD Negeri 2 Kanigoro yang rata-rata memiliki gigi yang kurang baik.
Tahap awal
Pada tahap awal kegiatan ini dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan dilakukan selama satu sesi pada hari yang berbeda dengan rentang waktu tiga hari. Proses awal penyuluhan ini, pemberi materi mengumpulkan anak-anak dalam satu kelas dan kemudian dijelaskan bagaimana cara menyikat gigi yang baik dan benar, dan apa saja manfaat yang didapatkannya (secara teoritik). Pemateri memberikan juga berapa kali menyikat gigi dalam sehari sehingga anak-anak mengetahui berapa kali dalam sehari untuk menyikat gigi yang baik.

Sasaran program
Program kesehatan yang berbentuk penyuluhan pentingnya menyikat gigi yang baik dan benar yang ditunjukkan sebagai objek adalah anak-anak tingkat SD.

Hasil dari kegiatan
Hasil yang didapatkan pada penyuluhan ini anak-anak senang diberikkan penyuluhan menyikat gigi yang baik secara gratis, dan anak-anak juga senang dibagikan sikat gigi yang unik dan lucu sehingga anak-anak tertarik dalam hal menyikat gigi, dan diakhir sesi anak-anak mendapatkan minuman sebagai hadiah dalam mengikuti penyuluhan tersebut. 

PROSES PEMBERIAN PASTA GIGI 


MENUNJUKKAN CARA MENGGOSOK GIGI YANG BAIK DAN BENAR


ANAK-ANAK MENUNJUKKAN HASIL DARI MENGGOSOK GIGI

Pelatihan Pengembangan Diri Remaja

PELATIHAN PENGEMBANGAN DIRI REMAJA
Para remaja di dusun ini kurang memiliki motivasi dalam melakukan kegiatan di Kanigoro. Padahal remaja merupakan generasi penggerak sumber daya manusia di dusun Kanigoro tersebut. Jika para remaja tidak tergerak untuk melakukan kegiatan, maka pembangunan dan kelangsungan sumber daya menjadi terhambat. Pelatihan Pengembangan Diri Remaja merupakan program utama yang penyusun pilih untuk diberikan pada remaja dusun Kanigoro. Program ini diadakan karena berdasar dari observasi, penyusun menilai bahwa kegiatan remaja belum maksimal.
Dalam hal pelaksanaan para pemuda diberikan arahan dari pemateri bagaimana remaja bisa berbicara didepan umum terlebih dahulu dan bagaiamana menghilangkan rasa malu ketika berdiri didepan umum, kemudian di adakan sebuah diskusi oleh pemateri. Pada pelatihan ini menghasilkan sikap yang sangat antusias dari remaja dalam mengikuti pelatihan tersebut dan banyak juga lontaran-lontaran pertanyaan yang diberikan oleh pemuda kepada pemateri.

Sasaran yang dilakukan adalah para pemuda atau remaja dusun kanigoro yang dibagi menjadi 20 orang, terdiri dari 2 remaja disetiap 1 RT. Dusun Kanigoro ini terdapat 10 RT sehingga dalam pelatihan ini diambil 2 orang remaja setia

SESI DISKUSI


PELATIHAN BERBICARA DIDEPAN UMUM

Rabu, 04 September 2013

Peta Dusun Kanigoro


Nomorisasi


a.    Rumusan / Latar Belakang Program
Dari survey dan observasi yang telah dilakukan, penulis merasa perlu melakukan pembaruan terhadap nomer rumah di Dusun Kanigoro. Program ini didasarkan karena sebagian besar rumah warga tidak memiliki nomer rumah. Jika ada pun nomer tersebut tampak sudah pudar dan tidak layak lagi.

b.   Target yang ingin dicapai dari program
Dalam kegiatan program ini penulis menargetkan bahwa setiap rumah di Dusun Kanigoro memiliki nomer rumah yang baru dan valid.

c.    Metode / Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Metode yang digunakan adalah pertama penulis mencoba mengkonsultasikan program ini kepada bapak dukuh dan perangkat desa untuk mengetahui urutan nomer yang benar di setiap rumah. Kemudian penulis mendesain bentuk nomer yang akan ditempel pada setiap rumah. Setelah nomer telah dicetak dan siap ditempel penulis mulai menempelkan nomer tersebut sesuai dengan urutan data dari desa.

d.   Hasil Yang Diperoleh
Setiap rumah yang ada di Dusun Kanigoro memiliki nomer rumah yang baru dan layak pakai dan sesuai dengan data dari kantor desa.

Program ini terlaksana dengan baik dan mendapat respon baik dari warga Padukuhan Kanigoro. Warga yang sebelumnya tidak tahu mengenai berapa nomer rumah dan RT-nya, kini sudah ada nomer di setiap rumah warga.




Pendataan atau Sensus Penduduk Ulang

a.    Rumusan / Latar Belakang Program
Dari survey dan observasi yang dilakukan, di Dusun Kanigoro Desa Kanigoro, ditemukan bahwa masih pendataan warga masih belum baik, karena tidak adanya pembaharuan data penduduk yang dilakukan secara rutin.
Oleh karena itu, penulis berinisiatif untuk membuat program pendataan atau sensus penduduk ulang pada warga Dusun Kanigoro agar data penduduk menjadi lebih baru dan valid.

b.   Target yang ingin dicapai dari program
Warga Padukuhan Kanigoro, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang memiliki data kependudukan yang baru dan valid.
.
c.    Metode / Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Metode yang digunakan adalah dengan cara door to door kemudian penulis meminjam kartu keluarga untuk mencocokkan data yang diperlukan. Apabila warga tersebut belum memiliki kartu keluarga, penulis akan menanyakan data yang diperlukan secara lisan. Data tersebut n antinya akan direkap untuk memperbaharui data yang sudah ada.

d.   Hasil yang diperoleh
Warga Padukuhan Kanigoro Desa Kanigoro memiliki data penduduk yang lebih baru dan valid. Melalui program ini, diharapkan dapat membantu para perangkat desa/dusun dalam mengetahui tingkat pertumbuhan penduduknya.






Program ini terlaksana dengan baik dan mendapat respon yang baik dari masyarakat di Padukuhan Kanigoro Desa Kanigoro. Kini data penduduk di Padukuhan Kanigoro menjadi lebih baru dan valid. Melalui program ini, diharapkan dapat membantu para perangkat desa/dusun dalam mengetahui tingkat pertumbuhan penduduknya.